Selasa, 09 Oktober 2012

Perkembangan Anak dan Remaja


Perkembangan Anak dan Remaja


1.      Perkembangan Jasmani/Fisik
·         Masa bayi (0-2 tahun) pertumbuhan dan perkembangan anak cepat.
·         Masa awal kanak-kanak (2-11 tahun) berlangsung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa bayi. Namun boleh dibilang semua anggota-anggota tubuh walaupun masih dalam ukuran kecil sudah ada dan mulai dapat berfungsi.
·         Masa kanak-kanak (11-13 tahun) merupakan pertumbuhan yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas, kira-kira dua tahun sebelum anak secara seksual menjadi matang pada saat mana pertumbuhan berkembang pesat.
·         Masa remaja (13-18 tahun) terjadi kematangan organ seks tetapi belum berfungsi secara penuh.

2.      Perkembangan Kognitif
    • Sensomotorik (0-18 atau 24 bulan). Pada usia ini yang berlangsung adalah kegiatan bergaul dengan dunia lingkungan, dengan memakai panca inderanya untuk menangkap segala sesuatu yang bergerak di sekitarnya.
    • Pra-operasional (2-7 tahun). Anak sudah mampu untuk melakukan tingkah laku simbolis. Anak sudah mulai meniru dan dapat dikatakan kalau tahap ini adalah tahap permulaan pemikiran konkrit, walaupun belum sistematis dan kurang logis.
    • Operasional Konkrit (7-11 tahun). Pada masa usia sekolah ini, anak mempunyai kapasitas mental untuk mengatur dan menghubungkan pengalaman dalam suatu kesimpulan, memahami pembagian ruang, waktu, membuat kategorisasi, menilai, mengerti hukum sebab-akibat dan sebagainya. Pada masa ini anak sangat menggemari aturan main yang mengatur kegiatan bersama. Aktivitas logis tertentu dilakukan hanya dalam situasi yang konkrit.
    • Operasional Formal (11-15 tahun). Di sini anak memasuki taraf kematangan intelek di mana ia mampu berpikir jauh melampaui dunia real dan keyakinan sendiri, yakni memasuki dunia abstrak. Inilah awal berpikir hipotetis-deduktif, yang merupakan cara berpikir ilmiah. Anak mampu memakai pendekatan sistematis untuk memecahkan problem, dengan tidak hanya sekedar meniru dari orang di sekitarnya.

3.      Perkembangan Psikososial:
    • Tahap Kepercayaan Dasar lawan Kecurigaan Dasar (0-2 tahun)
      Pada tahap ini anak sangat tergantung pada pribadi yang mengasuhnya, dengan kontak dengan pengasuh akibatnya terkembanglah kemampuan untuk percaya pada orang lain.
    • Tahap Otonomi lawan Rasa Malu dan Ragu-ragu (2-4 tahun)
      Sasaran pokok dari tahap ini ialah mengembangkan rasa otonom dan kesadaran akan eksistensi yang tak bergantung di masa anak dapat memaksakan kehendak bebas dan otonominya berlawanan dengan otonomi orang tua.
    • Tahap Inisiatif lawan Rasa Bersalah (4-6 tahun)
      Anak dengan kesanggupan inderawi, motorik, dan kognitif yang sudah berkembang merasa diri cukup kuat untuk mengusahakan, menyelidiki, dan mencoba segala hal.
    • Tahap Kerajinan lawan Rasa Rendah Diri (6-11 tahun)
      Dalam periode sekolah ini anak akan mengembangkan rasa kerajinan, daya konstruksi, dan semangat kegiatan untuk mendapat pengakuan dari orang lain.
    • Tahap Identitas lawan Kebingungan Peran (12-19 tahun); Pada tahap ini diharapkan remaja sudah dapat menentukan identitasnya yang jelas mengingat pada tahap ini remaja rentan sekali terhadap pengaruh luar demi sebuah "kesetiaan" atau "pengabdian" melalui konfirmasi ideologi-ideologi dan afirmasi dari kawan-kawan.






4.      Perkembangan Pengambilan Keputusan Moral
·         Tahap Pra Konvensional (4-10 tahun)
Tingkat I: Orientasi Hukuman dan Ketaatan
Suatu tindakan menurut aturan dinilai baik, jika tidak menimbulkan kesakitan atau ketakutan.
Tingkat II: Orientasi Hukuman dan Kepatuhan
Perbuatan yang menurut aturan adalah baik jika memuaskan hati. Nilai-nilai hidup dinilai secara fisik dan pragmatis.
·         Tahap Konvensional (10-13 tahun)
Tingkat III: Orientasi Relativis-Instrumental
Perbuatan baik adalah yang menyenangkan dan dapat diterima oleh orang lain.
Tingkat IV: Orientasi Hukum dan Keadilan
Perbuatan yang baik adalah melakukan kewajiban sendiri, menghormati otoritas dan menjaga tata tertib sosial yang ada, sebagai yang bernilai dalam dirinya sendiri.
    1. Tahap Pasca Konvensional (13-18 tahun)
Tingkat V: Orientasi Anak Baik
Pada tahap ini remaja biasanya melakukan perbuatan baik yang digerakan oleh keinginan-keinginan agar diterima dan disetujui oleh orang lain.
Tingkat VI: Orientasi Hukum dan Ketertiban
Pada tahap ini perilaku yang baik adalah semata-mata melakukan kewajiban sendiri, menghormati otoritas dan menjaga tata tertib sosial yang ada, sebagai yang bernilai dalam dirinya sendiri.

5.      Perkembangan Iman
    • Tahap Kepercayaan Elementer Awal (0-3 tahun). Belum ada ciri-ciri nyata dalam imannya, namun taraf ini merupakan basis dari perkembangan rasa-percaya, keberanian, harapan, dan kasih, pada tahap berikutnya.
    • Tahap Kepercayaan Intuitif-Proyektif (3-7 tahun). Anak berada dalam dunia fantasi dan imitasi dari cerita-cerita yang disampaikan oleh orang dewasa yang dekat dengannya.
    • Tahap Kepercayaan Mistis-Harafiah (8-11 tahun). Anak memasuki taraf di mana ia mengambil-alih cerita-cerita, kepercayaan serta tradisi dari persekutuan di mana ia menjadi anggotanya, sebagai bagian dari dirinya.
    • Tahap Kepercayaan Sintetis-Konvensional (usia 12-17 tahun). Remaja membentuk pandangan hidupnya melalui apa yang dipercayai oleh keluarganya sendiri, ke arah pandangan dari luar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar